Sejarah Desa

Desa Morodemak adalah salah satu desa pesisir diwilayah Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak. Desa Morodemak berhadapan langsung dengan laut jawa. Desa Morodemak sering disebut desa ” Moro”. Menurut para sesepuh Morodemak berasal dari kata “Muara” dan “Demak”. Muara berarti ujung dari aliran sungai yang mengantarkan sampai ke laut. sedangkan Demak menunjukkan arti kota Demak. Dahulu, Desa Morodemak meliputi Desa Morodemak, Margolinduk dan Purworejo yang saat ini menjadi “Tri Desa” karena sangat luas wilayahnya.

Secara topologi, Desa Morodemak termasuk desa padat pemukiman. sebagian besar wilayahnya merupakan pertambakan dan sebagian kecil lainnya adalah pemukiman. sebagian besar tumbuhan yang ada di Desa Morodemak adalah tanaman bakau yang tumbuh di daerah pertambakan dan rawa-rawa pesisir. tumbuhan bakau ini, salah satunya berfungsi untuk meminimalisir abrasi air laut.

Desa Morodemak identik dengan Sunan Mumbul (Sunan Barmawi) dan Masjid peninggalannya yaitu Masjid Jami’ Baitul Atiq (Masjid Sunan Mumbul). beberapa tahun silam masjid ini sangat dikeramatkan dan menjadi simbol utama dikampung nelayan Morodemak. bahkan dalam buku yang diterbitkan oleh P&K tahun 1999 menjelaskan bahwa masjid wali songo yang berada di Demak itu berjumlah tiga yaitu : Masjid Sunan Mumbul Morodemak, Masjid Jetak dan Masjid Agung Demak.